Round Table Discussion “The Future of Resettlement Policy”

30 Januari 2017


Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Andalas (Unand) bekerjasama dengan Faculty of Economics-Hosei University, Jepang mengadakan kegiatan Round Table Discussion "The Future of Resettlement Policy"€ di ruang sidang Fakultas Ekonomi Unand pada tanggal 26 Januari 2017.

Narasumber pada diskusi ini adalah Prof. Ryo Fujikura, MSc., PhD dari Hosei University dan Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE., MA dari Universitas Andalas. Kegiatan diskusi ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa jurusan ilmu Ekonomi dipandu oleh Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE., MA.

Kegiatan diskusi ini dibuka oleh Dr. M. Nazer selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Unand. Dr. Nazer dalam sambutannya memperkenalkan sekilas tentang Fakultas Ekonomi Unand kepada Prof. Ryo Fujikura beserta rombongan dari Hosei University. Dr. Nazer menyampaikan bahwa lokasi Fakultas Ekonomi Unand berbeda dengan lokasi Hosei University yang terletak di tengah kota. Fakultas Ekonomi Unand berada jauh dari pusat kota dan dikelilingi oleh perbukitan dan lembah yang masih asri.

Selain itu, Dr. Nazer juga menyambut hangat kunjungan rombongan peneliti dari Hosei University. Dr. Nazer mengutarakan harapan agar kerjasama ini terus berlanjut dan diikuti dengan bentuk kerjasama lain baik di bidang lectures, joint research dan student mobility antara Hosei University dan Universitas Andalas

Selanjutnya, Prof. Syafruddin Karimi selaku moderator memperkenalkan dua orang narasumber pada diskusi ini, yaitu Prof. Ryo Fujikura, MSc., dan Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE., MA. Prof. Syafruddin menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Fakultas Ekonomi Unand untuk saling bertukar pikiran dalam penelitian yang tentang dampak sosial ekonomi dan lingkungan dari beberapa kebijakan-kebijakan pemerintah.

Kemudian kegiatan diskusi diawali dengan pemaparan materi oleh Prof. Ryo Fujikura dan Prof. Werry Darta Taifur terkait “Long-Term Evaluation of Resettlement Programs of Large Dam Construction in Asia”

Read 261 times Last modified on Selasa, 21 Maret 2017 09:02